1 cara memanggil khodam keris lewat mimpi

Menayuh Keris Melalui Mimpi.

Cara pertama menayuh keris yaitu meminta jawaban melalui mimpi seperti yang telah umum dikerjakan orang. Penulis menyarankan agar menayuh dengan mimpi ini tak jadikan cara tayuhan yang dihandalkan akhirnya, lantaran mungkin saja anda bakal bingung bakal makna mimpinya serta mungkin saja juga tak dapat dengan pasti memastikan mimpinya itu datang dari keris yang mana, serta mungkin saja saja mimpinya itu datang dari suatu hal yang lain, tidak dari keris anda. Baiknya anda lebih dahulu berteman dengan keris-keris anda dengan menayuhnya lewat cara ayunan keris atau mungkin dengan ayunan bandul lebih dahulu (cara 2 serta 3).

Apabila seorang mempunyai sebagian buah keris, untuk menayuh keris-kerisnya itu lewat mimpi mesti dikerjakan satu per satu, tak sekalian, agar terang bahwa mimpi yang didapatkannya yaitu datang dari keris A, tidak dari keris B, C, dsb. Baiknya tayuhan ini dikerjakan didalam kamar atau di ruang lain yg tidak ada masalah dari orang lain.

Langkahnya yang benar yaitu seperti berikut :

Cara pertama, keris yang bakal kita tayuh dengan hormat kita mengeluarkan dari sarungnya, lantas kita tempatkan dihadapan kita, diatas meja atau diatas bantal. Lalu kita berikan maksud kemauan kita dengan mengkomunikasikannya segera pada si keris, yakni kita berbicara pada si keris, seakan-akan keris itu yaitu manusia, minta tolong agar diperlihatkan melalui mimpi, perihal sinyal kecocokkannya dengan si keris, atau kita berikan pertanyaan-pertanyaan yang lain yang kita mau itu dijawab oleh si keris melalui mimpi.

Bila benda yang mau ditayuh yaitu benda lain terkecuali keris, seperti batu akik serta mustika, jadi lewat cara bendanya digenggam kita berbicara segera pada bendanya, kita berikan hasrat kita berteman melalui mimpi seakan-akan benda itu yaitu manusia, selanjutnya bendanya dikembalikan lagi ke tempat penyimpanannya.

Cara ke-2, sesudah kerisnya dikeluarkan dari sarungnya, keris diangkat tegak ke atas kepala di depan muka, serta sembari menunduk keris itu disentuhkan ke dahi. Dalam posisi itu kita berbicara pada si keris (berbicara didalam hati, namun ditujukan pada si keris), mengemukakan isi hati kita pada si keris.

Cara ke-2 ini baik sekali untuk kita menjadikan satu rasa dengan si keris, atau untuk mengemukakan sugesti/perintah/hasrat kita pada si keris. Dengan langkah tersebut kita akan rasakan dayanya di kepala kita. Ada keris-keris yang dayanya tajam, ada pula yang dayanya tak tajam, namun bakal merasa berat di kepala kita. Langkah tersebut dapat juga dipakai untuk mendeteksi apakah suatu keris benar berpenghuni gaib ataukah kosong isi gaibnya, dengan rasakan kehadiran daya gaibnya.

Lewat cara ke-2 itu, sembari kita berupaya untuk rasakan ” rasa ” keris agar kita dapat menjadikan satu rasa hati dengan si keris, mendekatkan batin kita dengan si keris, cara tersebut baik untuk mengemukakan suatu hal pada si keris, umpamanya untuk menayuh keris agar ada didalam mimpi atau untuk mengsugesti si keris untuk menyatu dengan kehidupan kita (seperti misal yang dituliskan dalam sisi akhir tulisan Tuah Keris-Jaman-Sekarang), atau untuk memberi perintah spesifik pada si keris, lewat cara berkonsentrasi bicara didalam hati, namun ditujukan segera pada kerisnya. Bila dikerjakan dengan benar, langkah tersebut dengan cara automatis bakal bikin kita konsentrasi pada kerisnya.

Lewat cara pertama atau ke-2 tersebut di atas, kalimat yang di sampaikan pada si keris, umpamanya :

” Kerisku, datanglah ke mimpiku. Saya mau kenalan.
Tunjukkanlah pada saya sinyal apakah keris ini pas berbarengan saya
serta perlihatkan juga manfaat keris ini untuk saya.
Bila ada kriteria/perawatan yang disuruh pada saya, berikan juga didalam mimpi saya “.

Dalam mengemukakan komunikasi kita itu, upayakan agar perhatian kita dapat konsentrasi pada si keris, bila butuh kata-katanya diulang sekian kali untuk meyakinkan bahwa komunikasi yang kita kerjakan benar hingga pada si keris. Selanjutnya, keris itu dimasukkan lagi ke sarungnya, dapat lalu ditempatkan dibawah bantal, dapat pula diposisikan diatas kepala, saat sebelum tidur, namun baiknya keris itu dikembalikan lagi saja ke tempat penyimpanannya awal mulanya (tak mesti di taruh dibawah bantal).

Yang utama sugesti komunikasi kita itu mesti hingga pada kerisnya, hingga lalu khodamnya bakal menjawabnya melalui mimpi, hingga tak perlu kerisnya di taruh dibawah bantal.

Saat sebelum tidur, si yang memiliki keris mesti ingat bahwa ia meminta sinyal melalui mimpi, jadi setelah bangun tidur ia mesti ingat apa isi mimpinya.